Kasih Dalam Pekerjaan Sehari-hari

Dalam melakukan pekerjaan, kita sering merasa kurang percaya diri akan apa yang kita kerjakan karena pikiran kita terlebih dahulu akan terbawa hal-hal yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh : Apa penilaian orang lain atas pekerjaan itu.

Sebagai hamba Allah, kita jangan merasa akan terhina akan hal itu karena Allah pasti akan hadir dan mendampingi kita untuk melakukan pekerjaan itu dan Allah pasti akan memberikan petunjuk-Nya sehingga dalam melakukan pekerjaan akan lebih nyaman. Dan apabila pekerjaan kita mendapat tanggapan dari orang lain, janganlah kita bertindak seolah-olah pekerjaan itu tidak berhasil.

Allah telah memberikan kepada kita Kasih yang luarbiasa. Oleh karena itu apapun respon atau tanggapan dari pekerjaan itu hendaklah kita memberikan respon positif yang membuat orang lain itu nyaman dan merasakan makna yang luarbiasa dari pekerjaan itu. Untuk memberikan arti semua akan hal ini, pembacalah yang dapat membuktikannya dalam kehidupannya sehari-hari karena penulis tidak dapat mengungkapkannya apalagi menuangkannya dalam tulisan.

Puji Tuhan. Halleluya.

Pelayanan

Motif kita melayani Allah dan orang lain jangan sekali-kali untuk memperoleh sesuatu dari pelayanan itu. Jika itu yang menjadi motif kita, berarti kita tidak memberi dengan hati yang “bersih”, dan Tuhan tidak akan memberi kita upah dengan berkat yang penuh. Tetapi jika kita melayani sebab kita ingin memberi, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kita berikan. Kita akan semakin mengenal Kristus dan semakin mampu untuk melayani dengan lebih efektif lagi. Perumpamaan tentang talenta memberi tahu kita banyak tentang upah bagi mereka yang melayani dengan efektif (Matius 25:14-30). Hamba yang tidak setia tidak diberi upah. Talenta yang tidak ia pakai diambil daripadanya, dan ia diusir dari hadapan tuannya. Tetapi hamba-hamba yang setia diberi upah, bukan dengan kekayaan yang besar untuk mereka simpan sendiri, melainkan dengan kesempatan yang lebih besar untuk melayani. Orang yang memiliki hati yang suka melayani akan menghargai upah semacam ini. Ia menyadari bahwa upah paling baik yang ia terima karena melayani Tuhan kita Yesus Kristus adalah kesempatan yang lebih besar untuk melayani. Ini disebabkan karena melalui pelayananlah kita bisa bertumbuh secara rohani dan menjadi alat yang lebih besar lagi untuk memberitakan firman-Nya kepada mereka yang membutuhkan. Jikalau kita melayani hanya karena upah, upah kita tidak akan berupa pelayanan yang lebih besar, karena kita tentu melayani dengan motif yang rendah. Tetapi jika kita melayani Kristus oleh karena kita ingin menyenangkan Dia, Ia akan memberi kita upah yang terbesar, yaitu kesempatan untuk melayani Dia dengan lebih efektif. Dalam melayani Dia, kita sendiri akan bertumbuh secara rohani. Kita akan menjadi hamba yang lebih efektif, yang dipersiapkan untuk pelayanan lebih besar yang akan Ia berikan kepada kita. Pertumbuhan rohani bukan berarti jumlah kesalehan yang lebih besar, melainkan kemampuan yang lebih besar untuk melayani Yesus. Waktu kita melayani, kita menjadi lebih menyerupai Dia, diperlengkapi secara lebih baik untuk melaksanakan Amanat Agung-Nya. Sesuatu yang indah terjadi ketika kita menjadi alat yang lebih efektif untuk membawa berkat Tuhan kepada orang lain. Karena diciptakan menurut gambar-Nya, kita bertumbuh semakin menyerupai Dia waktu kita melakukan pekerjaan-Nya. Orang yang dewasa rohaninya akan bersifat menawan dan menarik, hati sebagai hamba melayani-Nya dengan membawa ciri-ciri Kristus. Tidak ada upah yang lebih besar daripada hal ini.

KALENDER

August 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.